Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar, Haris Sukmawan, menyebutkan, pada rentang waktu dua ampai tiga tahun terakhir, luas lahan tebu di Jabar masih mencapai 8.000–9.000 hektare. Bahkan, pada 2006 - 2009 lalu, luas lahan tebu di Jabar mencapai sekitar 12 ribu hektare.
‘’Tapi untuk musim tanam sekarang hanya tinggal 5.000–5.500-an hektare,’’ ujar pria yang akrab disapa Wawan itu kepada Republika.co.id, Senin (16/1).
Wawan menyebutkan, berkurangnya luas lahan tebu itu terjadi akibat menurunnya jumlah petani yang menanam tebu. Menurutnya, saat ini hanya ada sekitar 3.000 sampai 4.000 orang petani tebu. Padahal, sebelumnya petani tebu di Jabar bisa mencapai 12 ribu orang.
Menurut Wawan, para petani tebu banyak yang mengurangi penanaman tebu maupun beralih total pada komoditas lain untuk ditanam di lahannya yakni di antaranya berupa padi dan jagung. Selain itu, untuk buruh tani yang biasanya mengelola lahan tebu, banyak yang beralih profesi menjadi buruh bangunan.
Wawan mengungkapkan, penurunan minat petani yang berdampak pada berkurangnya lahan tebu itu disebabkan kondisi mereka yang selalu merugi. Hal itu menyusul rendahnya tingkat rendemen maupun harga gula. Pada musim giling 2016 lalu, kondisi tersebut terutama dialami oleh para petani tebu yang memasuki musim giling periode ketujuh hingga seterusnya. Pada periode tersebut, tingkat rendemen anjlok menjadi 5,5 – 6 persen. Begitu pula harga gulanya yang hanya Rp 10.800–Rp 11 ribu per kg. "Untuk periode ketujuh sampai giling akhir, nasib petani tebu benar-benar terpuruk,’’ tutur Wawan.
Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang 2016. Cuaca ekstrem itu menyebabkan biaya tebang maupun pengangkutan tebu dari ladang ke pabrik gula melonjak tinggi.
Sementara itu, seorang petani tebu asal Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Abdullah, menyatakan, sebagian lahan miliknya yang semula ditanami tebu, kini sebagian sudah ditanami jagung. "Nanti lihat musim giling tahun ini, kalau kondisinya masih merugikan, maka separuh lahan tebu akan saya ganti seluruhnya dengan jagung,’’ kata Abdullah.
(Sumber:Republika.co.id)
Tags:
Nasional