KAJEN - Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) 2017 Kabupaten Pekalongan dilaunching Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.,M.si.,Selasa (18/07).
Program tersebut bertujuan untuk memberikan transfer sosial bagi orang miskin dan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan dengan memberikan insentif pada keluarga miskin untuk berinvestasi dalam modal sumber daya manusia anak-anak mereka.
Program tersebut bertujuan untuk memberikan transfer sosial bagi orang miskin dan untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan dengan memberikan insentif pada keluarga miskin untuk berinvestasi dalam modal sumber daya manusia anak-anak mereka.
Selain itu Fungsi strategis PKH, kata Bupati, sebagai program prioritas nasional yang menjadi Center
of Excellence penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program
perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional, yang memiliki misi mendukung target penurunan angka kemiskinan 7–8 %
(RPJMN) dan Penurunan
kesenjangan (gini ratio) melalui perluasan akses layanan kesehatan,
pendidikan dan layanan kesejahteraan sosial.
Dijelaskan
Bupati, seluruh
dana bantuan PKH hanya diperkenankan untuk (a) kecukupan gizi dalam rangka memelihara
kesehatan keluarga, terutama ibu dan anak; (b) Mendorong kebutuhan pendidikan anak (formal
dan informal), khususnya pendidikan formal sampai SMTA bahkan lebih baik sampai
dengan Perguruan Tinggi. Terkait untuk pendidikan Kabupaten Pekalongan, mulai
tahun ini kami menyediakan beasiswa bagi warga miskin (termasuk putra-putri ibu
semua) yang melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi;
(c) Memberi perhatian
dan layanan khusus apabila terdapat anggota keluarga penyandang disabilitas dan
lansia; dan (d) Mengupayakan diri memiliki kemampuan/
keterampilan yang kompeten atau merintis dan mengembangkan Usaha Ekonomi
Produktif .
“Dana bantuan PKH tidak diperkenankan
untuk hal-hal konsumtif lain, misalnya
membeli HP, pulsa, atau membeli rokok untuk suaminya.
Sekali lagi ini tidak
diperkenankan,” tegas Bupati.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Bank BNI 46, atas fasilitas dan seluruh
dukungannya sehingga mulai tahun ini dapat membantu penyaluran dana kepada KPM
PKH di Kabupaten Pekalongan.
"Dan mohon layani KPM kami dengan sabar dan beri edukasi secara mudah, sebab
baru kali ini mengenal perbankan terutama kartu ATM."
Sementara
Kepala Dinas Sosial M. Afib, S.Sos, dalam laporannya menyampaikan bahwa Program PKH Tahun 2017 dengan sasaran 22.014
KPM, disalurkan pada Juli 2017 sebanyak 5.797 KPM, 3 Kecamatan (Kajen,
Kedungwuni dan Bojong). Agustus 2017 selebihnya 16.252 KPM meliputi 16
kecamatan.
Sementara itu Teresia Arifani selaku Kepala Bank BNI mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyalurkan 50 persen dan berharap bulan ini akan dituntaskan.
"Untuk bantuan tahap kedua juga sudah masuk ke ATM,sehingga ibu-ibu bisa ambil di ATM,jangan sampai hilang ya bu kartunya.nantinya beberapa penerima PKH juga akan menerima bantuan non tunai berupa beras dan gula," ungkap Teresia Arifani.
Tags:
Warta Kajen
