KAJEN - Kelangkaan pupuk yang terjadi pada bulan januari ini banyak dikeluahkan oleh para petani.
Apalagi saat ini pupuk sangat dibutuhkan oleh petani,karena baru saja masa tanam.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pekalongan, Siswanto,saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa stok pupuk di Kabupaten Pekalongan masih mencukupi, dan sesuai perencanaan yang ada.
"Jika pun ada satu-dua kios yang kehabisan pupuk, masih wajar, karena distribusi dari Pusri agak kurang lancar. Namun, secara keseluruhan tidak ada persoalan atau kesulitan pupuk di Kabupaten Pekalongan."
Ditambahkan bahwa pihaknya sudah konfirmasi ke Pusri ,terkait masalah pendistribusian yang kurang lancar,dan mulai Senin kemarin sudah ada kegiatan pendistribusian ke kios-kios.
Sementara itu Kepala Gudang Pusri Pekalongan, Yongki Safri, dikonfirmasi terpisah menegaskan Pusri tidak pernah terlambat dalam pendistribusian pupuk. Dia juga menegaskan, ketersediaan pupuk cukup untuk musim tanam kali ini. Dikatakan,
"Untuk saat ini stok fisik pupuk yang ada 1.500-an ton, dan yang akan segera dikirim sekitar 1.800 ton.Sangat sangat sangat aman. Jangan khawatir untuk musim tanam kali ini," ungkapnya..
Salah seorang petani dari Kesesi,Yono (30) mengatakan bahwa dirinya dan para petani lain di kesesi mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, di antara pupuk jenis urea dan phonska.
"Kami kesulitan pupuk mulai musim tanam ini. Kami terpaksa mencari pupuk ke Kajen atau daerah lainnya yang ada. Jikapun ada belum tentu penjual mau melayani,"ungkapnya.
Dikatakan bahwa setelah ada kartu tani, Para penjual menjual sesuai dengan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) di masing-masing wilayahnya.
"Untuk harga pupuk bersubsidi seperti phonska yaitu Rp 250 ribu perkuintal, urea Rp 190 ribu perkuintal, dan TS sekitar Rp 250 perkuintalnya, untuk pupuk nonsubsidi juga sulit dicari," jelasnya.
Keluhan serupa juga diutarakan petani di Desa Bondansari, Kecamatan Wiradesa saat ada kunker anggota DPR RI Ramson Siagian, baru-baru ini. Kepala Desa Bondansari, Wasud mengaku untuk mendapatkan pupuk, petani saat ini kesulitan meskipun sudah memiliki kartu tani.
"Mending seperti dulu tidak ada kartu tani tapi untuk mendapatkan pupuk lebih mudah," harapnya.
Tags:
Warta Kajen
