Waspada Penipuan Dengan Modus Jadi Anggota KPK

KAJEN - Seseorang yang berpenampilan rapi bak pejabat tinggi,akhir-akhir ini 'berkeliaran' di Kabupaten Pekalongan bahkan menawarkan pekerjaan hingga senjata api alias pistol dengan membayar sejumlah uang.Untuk mengelabui korbannya bakhan pelaku memakai ID Card Anggota 'KPK'.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa belum ada korban yang melapor.

"Memang saya sudah dengar adanya kabar tersebut, namun hingga saat ini belum ada aduan warga yang menjadj korban. Meski begitu masyarakat untuk tidak mudah percaya dan agar lebih hati- hati, kalau memang menjadi korban segera laporkan ke Polres atau Polsek terdekat untuk segera kami tindak lanjuti," terangnya.

Dijelaskan bahwa untuk menjadi anggota KPK tidak semudah yang dibayangkan apalagi adanya iming - iming harus memberikan uang. 

"Untuk pemegang pistol juga harus lolos berbagai tes, termasuk tes psikologi calon pemakai senjata," ungkapnya.

Salah seorang korban penipuan.Aji warga Kecamatan Karanganyar kepada wartawan mengaku sekitar sebulan lalu dirinya bertemu  dengan orang berpenampilan  necis memakai dasi, kemeja lengan panjang. Selain itu  yang paling meyakinkan adalah ID Card bertuliskan 'KPK'.

"Karena saya butuh pekerjaan saya langsung percaya, namun setelah uang saya berikan dan diajak ke Jakarta ternyata bukan KPK yang di TV itu. Kemudian saya mengurungkan niat untuk ikut jadi anggota, namun setelah uang saya minta lagi tidak diberikan," ungkapnya sembari memperlihatkan foto orang yang mengaku anggota 'KPK' bagian investigasi.

Aelain Aji adapula Andi alamat Kecamatan Kajen yang juga ditawari untuk ikut menjadi anggota 'KPK',selanjutnya  langsung menemui orang yang mengaku anggota 'KPK' di sekitar Alun- Alun Kajen.

"Saat saya temui, pelaku langsung menanyakan KTP saya, dia takut kalau saya ini intel. Setelah mengetahui indentitas dan percaya untuk mendapatkan Id Card saya dimintai uang Rp 5 juta, namun kalau ingin mendapatkan fasilitas pistol harus tambah Rp 10 juta," ungkapnya.

Karena tak bawa uang, pelaku dijanjikan minggu depan namun pelaku meminta uang seadanya dahulu,Sejak saat itu Andi tidak percaya lagi.

Lebih baru Lebih lama