Rencana Pembangunan Tanggul Rob Masuki Tahap Baru

KAJEN - Rencana pembangunan tanggul Rob sepanjang 6 kilometer , anggaran 517 Milyar dengan alokasi pembangunan di wilayah kota Pekalongan sepanjang 1,7 km dan Kabupaten Pekalongna sepanjang 4,3 km  dengan anggaran sebesar 489 Milyar segera terwujud.
 
Setelah sebelumnya pada bulan Desember 2017 lalu dilakukan Penandatanganan Kontrak Kerja Pengendalian Rob dan Banjir di desa Jeruksari Tirto, pada awal tahun ini dilakukan kegiatan Grandbreaking Pengendalian Banjir dan Rob oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono yang mewakili Gubernur Jateng, Rabu siang tadi (24/1).

Bupati Pekalongan,Asip Kholbihi mengatakan bahwa Kegiatan ini adalah anggaran pusat yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwono, bersinergi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, Pemkab dan Kota Pekalongan.

Dengan tekhnis pembangunan ketika melewati sungai kecil akan dibendung sedangkan untuk sungai besar semacam Meduri, Sragi Baru dan Wonokerto akan dibangun parapet . “ Oleh karena itu kami berharap kepada semua pihak untuk mendukung kegiatan ini terutama kepada mereka yang lahan atau rumahnya dilalui proyek ini untuk diiklaskan demi kepentingan bersama”terangnya.

Sementara itu terkait dengan tanggul melintang yang sudah dibangun di Desa Mulyorejo akan diperkuat dengan tanggul yang dibangun oeh Pemerintah Pusat ini. Dan mekanisme pembangunan tanggul ini terdiri dari 3 paket. Paket III wilayah Kotamadya sampai Jeruksari, Paket 2 di desa Mulyorejo dan Paket I Wilayah Wonoketo hingga Sungai Sragi B, dengan pengerjaan secara bersama-sama.

“ Pembangunan tanggul ini Insya Alloh direncanakan pada akhir tahun 2019 akan selesai. Dan semoga atas ijin Alloh  SWT kegiatan ini dapat menjadi menyelesaikan masalah rob yang sudah bertahun terjadi di Kabupaten Pekalongan”terangnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP mendukung Program Penanggulangan Rob dan Banjir yang telah menjadi langganan Kota dan Kabupaten Pekalongan, karena Jawa Tengah termasuk Pekalongan juga berpotensi mengalami masalah bencana alam banjir yang saat ini masuk musim penghujan dengan intensitas tinggi/lebat. 

“Jadi tidak menutup kemungkinan masih banyak saudara-saudara kita yang di pesisiran dikungkung oleh banjir dan rob setiap waktu,” ujar Ganjar dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono saat acara Groundbreaking Program Pengendalian Rob dan Banjir Tahap I, II dan III di Wilayah Pekalongan Rabu siang tadi .

Menurut Ganjar, bencana banjir dan rob tersebut sudah barang tentu mempengaruhi aktifitas secara umum baik dalam hal lingkungan, kesehatan, pendidikan dan juga rusaknya sarana prasarana infrastruktur dan sebagainya. “Oleh karena itu program pengendalian Banjir dan Rob Pekalongan ini mudah mudahan dapat meminimalisir bahkan meniadakan bencana banjir di sekitar pesisiran tersebut. Trimakasih pada seluruh warga yang telah rela dan ikhlas lahannya untuk kegiatan ini,” tambahnya. 

Lebih baru Lebih lama