Bupati Akan Fungsikan Tanah Pemerintah Di Watubelah Untuk Demplot Padi Unggulan

KAJEN Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si membuka kegiatan Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pekalongan, di pendopo rumah dinas jabatan bupati Pekalongan,Rabu (7/2).
 
"Saya harapkan rembug utama KTNA ini agar ada outputnya yang jelas. Berasnya dipikir, produksinya akan saya lakukan dengan dua cara yaitu diversifikasi dan intensifikasi. Nah kalau dua cara ini berhasil, selanjutnya kita memikirkan tentang pemasaran," ungkapnya.

Dijelaskan Bupati, potensi pertanian Kabupaten Pekalongan sangat besar. Hal tersebut didasarkan dengan kenyataan bahwa Kabupaten Pekalongan memiliki lahan abadi seluas 24ribu hektar untuk lahan pertanian yang panennya sekitar 219ribu ton. 

“Kabupaten Pekalongan itu surplus beras secara statistik. Hasil panen 2017 di Kabupaten Pekalongan, sesuai data yaitu sebanyak 219ribu ton. Sementara konsumsi domestik kita  sekitar 110ribu ton, sehingga masih ada surplus 109ribu ton,” terang Bupati.

Lebih lanjut, Bupati sampaikan bahwa dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Pekalongan, pihaknya telah menandatangani kerjasama (MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam pembangunan Stasiun Lapangan di Kajen bagi para mashasiswa IPB. 

“Diharapkan nanti akan ada beberapa varietas padi unggulan dan mudah-mudahan akan cocok dengan wilayah kecamatan atas Kota Santri. Termasuk dengan BATAN (Badan Tenaga Atom) untuk mengembangkan pertanian supaya hasilnya akan lebih baik di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Di Kabupaten Pekalongan, kata Bupati, untuk pertanian dibagi dalam ada dua wilayah yaitu wilayah atas yang panennya hanya 3-4 ton per hektar dan wilayah bawah yang panennya jika maksimal itu sampai 9 ton per hektar. Berkaitan hal tersebut, Pemkab Pekalongan menjalin kerjasama dengan IPB melakukan ujicoba padi jenis varietas 3S untuk dikembangkan di daerah Watubelah Kajen. Disamping itu juga varietas padi unggulan lain.
 
Kepada para pengurus KTNA, Bupati informasikan bahwa pihaknya akan memfungsikan tanah-tanah Pemerintah Kabupaten yang ada di Watubelah ex bengkok Kelurahan Kajen untuk demplot guna ujicoba tanaman-tanaman padi unggulan. Termasuk di daerah atas seperti Paninggaran, Kandangserang, Lebakbarang, dan Petungkriyono harus ada demplot khusus karena karakternya berbeda.

 “Jadi ini yang perlu dipikirkan oleh pengurus KTNA yaitu mengenai bagaimana meningkatkan produksi padi dan pemasarannya. Karena kita sudah sepakat akan menjaga lahan abadi seluas 24ribu hektar untuk lahan pertanian yang panennya sekitar 219ribu ton,” tandas Bupati.
Lebih baru Lebih lama