Hal tersebut dikarenakan Indonesia memperoleh urutan ke 60 dari 61 negara yang memiliki minat baca terendah.
Seperti dijelaskan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat memberikan sambutan dalam acara gerakan
nasional gemar membaca di aula Setda Kabupaten Pekalongan, Ia menerangkan bahwa
masyarakat maju dinilai dari tingginya minat baca.
Pemkab pun akan menggenjot segala kekurangan yang ada di Perpus Daerah agar masyarakat berbondong-bondong datang.
40 ribu koleksi buku yang ada di Perpus Daerah dinilai kurang dan fasilitas yang ada akan lebih ditingkatkan.
Adapun
Hanifa Amanatul (17) siswi SMK Karang Dadap Kabupaten Pekalongan yang
sering mengunjungi Perpus Daerah, mengatakan memang minat baca
masyarakat kurang dibuktikan dengan sepinya Perpus, Selasa (20/2).
"Sebenarnya fasilitas sangat komplit, dari wiffi dan lainya, tapi masih saja sepi," ujarnya.
Siswi kelas XI tersebut berharap minat baca masyarakat bisa meningkat.
"Ayo ke Perpus, apalagi pelajar harus sering membaca, jangan hanya bermain sosmed," paparnya.
Sementara itu Asip menargetkan 1 juta buku di Perpus Daerah dengan harapan dapat meningkatkan minat baca masyarakat.
“Saya
mengharapkan perpustakaan dijadikan sebagai pusat informasi sehingga
dapat meningkatkan fasilitas layanan masyarakat dan mampu mengikuti
perkembangan teknologi saat ini, koordinasi dan komunikasi, untuk
meningkatkan perpustakaan yang lebih baik, harus digiatkan," terangnya.
Asip
menghimbau agar seluruh komponen yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk
berkarya, mengembangkan diri dan membekali diri dengan ilmu pengetahuan
guna mempercepat pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
“Untuk
mensukseskan program gemar membaca, kami berharap tiap ASN di Kabupaten
Pekalongan menyumbang buku ke Perpustakaan, dan seluruh organisasi
massa bisa menyumbang. Termasuk jajaran Kemenag Kabupaten Pekalongan,
jika semua bersama-sama tidak mustahil tercapai satu juta buku di
Perpus," katanya.
Senada dengan Bupati
Pekalongan, Anggota DPR RI Komisi X Marlinda Irwanti, berharap
masyarakat bisa berpartisipasi aktif guna meningkatkan minat baca.
"Pemenuhan
buku di Perpustakaan tidak harus dari APBD dan APBN, kalau masyarakat
bisa menyumbang buku pasti minat baca masyarakat bisa meningkat,"
tuturnya.
Marlinda mengatakan buku merupakan jantung pendidikan, dengan berbagai cara pemerintah harus bisa mendongkrak minat baca.
"Kami
tidak akan diam kami akan membantu, dengan membuat pojok baca ditiap
desa untuk mendekatkan masyarakat dengan buku," pungkasnya.(NK)
Tags:
Warta Kajen
