Polres Pekalongan Siapkan Satgas Bencana Alam

 KAJEN - Hujan semakin sering, Polres Pekalongan ikut mempersiapkan
personelnya dalam rangka menghadapi ancaman bencana banjir dan tanah
longsor yang mungkin terjadi di Kabupaten Pekalongan. Salah satunya
dengan membentuk Satgas Bencana Alam dan menggembleng personelnya
untuk lebih siap, tangkas, tanggap, dan resposif terhadap ancaman
banjir dan longsor.

Sedikitnya 50 personel Satuan Sabhara Polres Pekalongan digembleng
untuk mengikuti pelatihan SAR di alur Sungai Sengkarang di Desa
Lolong, Kecamatan Karanganyar, Senin (16/11). Puluhan anggota Polri
ini mendapat berbagai latihan untuk meningkatkan ketangkasan dan
ketrampilan dalam menghadapi bahaya bencana alam, di antaranya latihan
menuruni tebing curam dan cara menolong korban saat terjadi banjir
dengan perahu karet.

Kasat Sabhara Polres Pekalongan, AKP Agus Sulis, disela-sela pelatihan
kemarin, selama musim hujan, beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan
rawan terkena bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Oleh
karena itu, ia mengharapkan agar seluruh personel Sabhara Polres
Pekalongan lebih siap, tangkas, tanggap, dan responsif terhadap
ancaman bahaya bencana alam, khususnya banjir.

 "Materi yang diberikan
cara menuruni tebing, mendayung bersama-sama, membalik perahu karet
yang terbalik dengan tali, menyelamatkan korban tenggelam, dan teknik
dasar menaiki perahu karet saat berada di atas air," ujar dia.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko,
menerangkan, sedikitnya ada enam kecamatan di daerah atas yang rawan
bencana longsor, yakni Kecamatan Petungkriyono, Lebakbarang,
Paninggaran, Kandangserang, Kajen, dan Kesesi. Sedangkan, sedikitnya
ada 10 kecamatan di daerah bawah yang rawan terkena benvana banjir.
Yakni, Kecamatan Tirto, Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Buaran, Kesesi,
Sragi, Wonopringgo, Bojong, dan Kecamatan Kesesi.

"Hujan saat ini belum merata. Berdasarkan perkiraan BMKG, musim hujan untuk seluruh
wilayah di Jawa Tengah diperkirakan akan terjadi pasa musim Desember
nanti," terang dia.

"Untuk logistik kami sudah mempersiapkan, seperti kebutuhan pangan untuk pengungsi, 4 perahu
karet, 6 chain saw, tenda-tenda darurat, alat berat 1 di Dinas PSDA
dan 2 unit di DPU, dan peralatan lainnya sudah semuanya. Obat-obatan
dan tim medis juga siap. Dari hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan,
untuk menghadapi ancaman bencana alam terutama banjir sudah disiapkan
40 dokter dan 240 paramedis," terang dia.

Lebih baru Lebih lama