Harga Turun,Keuntungan Petani Tambak Kecil


KAJEN - Dalam rangka melihat potensi udang vaname di Kabupaten Pekalongan, Bagian Humas
Setda Kabupaten Pekalongan mengajak wartawan cetak dan elektronik di Kabupaten
Pekalongan untuk melihat secara langsung panen udang vaname di lokasi tambak di
Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Jumat (19/2) pagi.
 
Meskipun harga udang vaname saat ini mengalami penurunan dan harga pakan
naik, namun budidaya udang vaname masih menjanjikan. Pembudidaya udang vaname di
Kabupaten Pekalongan masih mampu memperoleh keuntungan karena setahun bisa panen empat kali, meskipun keuntungan itu
lebih kecil dibandingkan saat harga udang vaname tinggi pada tahun lalu.
 
Ketua Kelompok Pembudidaya Udang Vaname Suter Mas, Desa Depok, Kecamatan
Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Karyoso, mengatakan, dengan jumlah bibit udang
vaname yang ditabur 180 ribu ekor, dalam tiga bulan ia mampu memanen udang
vaname sekitar 3 ton. Diakuinya, harga udang vaname saat ini mengalami penurunan
dibandingkan tahun lalu.
 
Untuk size 40 harga udang vaname Rp 98 ribu perkg,
sebelumnya mencapai Rp 102 perkg. Sedangkan, untuk size 50 harga udang vaname
sekarang Rp 86 ribu perkg, sebelumnya bisa mencapai Rp 90an ribu perkg. 
 
Selain itu, harga pakan udang vaname juga mengalami kenaikan dari Rp 365 ribu
perzak atau per 25 kg menjadi Rp 370 perzaknya. Sehingga, jika dikalkulasi,
untuk satu siklus budidaya udang vaname minimal biaya yang harus dikeluarkan
mencapai Rp 110 juta. "Dengan hasil panen sekitar 3 ton, kita masih mendapatkan
keuntungan, meskipun ada pengurangan karena harga udang turun dan pakannya
naik," katanya.
 
Dirinya juga mengatakan agar akses jalan ke area tambak udang bisa lebih baik
dan ada penerangan di lokasi tambak yang jauh dari pemukiman penduduk itu.
Selain itu, ia mengaku masih kesulitan untuk mendapatkan pasokan solar untuk
menghidupkan mesin genset untuk menggerakkan kincir.
 
"Akses jalan masih buruk.Kita kan harus manggul pakan dan solar, 
sehingga lebih sulit. Penerangan jugabelum ada. Untuk membeli
 solar kemarin-kemarin kita juga masih agak dipersulit,"ujarnya.
 
Kabid Perikanan Budidaya, Dinas Perikanan, Pertanian, dan Kelautan Kabupaten
Pekalongan, Tauhid Margono, mengatakan, area tambak udang vaname itu sebelumnya
merupakan lahan pertanian yang rusak akibat rob dan intrusi air asin. Oleh
karena itu, lahan pertanian tersebut dialihfungsikan menjadi lahan tambak.

Lebih baru Lebih lama