Kades
Dadirejo, Slamet, membenarkan penemuan mayat tersebut. Dikatakan, jasad
tersebut belakangan diketahui merupakan warganya yang bernama Slamet
Riyanto, 30, warga Dukuh Congkrang
Gandu, RT.2/I, Desa Dadirejo, Kecamtan Tirto.
"Sebetulnya
sudah sejak Senin (12/4) malam, pihak keluarga kehilangan korban, dan
sudah melakukan pencarian. Namun baru resmi dilaporkan ke balai desa
tadi (kemarin) pagi," katanya.
Tak
lama kemudian, lanjut dia, ada laporan penemuan mayat dari
babinkamtibmas setempat di Sungai Singkarang. Setelah dilakukan
pengecekan pihak keluarga, ternyata benar bahwa jasad tersebut merupakan
Slamet Riyanto.
"Selasa
(13/4) magrib seorang petani mengaku melihat kepala di sungai. Namun
baru dilaporkan ke kami pagi tadi, karena ketakutan. Korban memang
diketahui mengalami keterbelakangan mental. Jadi komunikasinya juga
kurang dengan keluarga. Malam itu korban berpakaian rapi naik sepeda,
tapi kemudian tidak pulang," terangnya.
Terpisiah
Kapolsek Tirto, AKP Trismiyanto, juga membenarkan hal itu. Mendapat
laporan penemuan itu, jajarannya bersama dengan tim SAR melakukan
evakuasi terhadap korban.
"Kemudian jenazah dibawah ke RSUD Kraton," katanya.
Setelah
dilakukan visum terhadap tubuh korban, lanjut dia, tidak ditemukan
tanda-tanda bekas penganiayaan. Sehingga diduga korban meninggal karena
tenggelam.
"Sudah
dilakukan visum di RSUD Kraton, dan tidak ditemukan tanda penganiayaan
serta sudsah diketahui identitasnya. Sehingga kemudian dari Polsek Tirto
menyerahkan jenazah ke pihak keluarga," ujarnya.
Diungkapkan,
penuturan pihak keluarga, korban meninggalkan rumah sejak Senin (12/4)
pukul 21.00WIB. Korban meninggalkan rumah ke arah selatan atau ke arah
Desa Ketandan, Kecamatan Wiradesa.Namun
kemudian korban tak kunjung pulang.Dari keterangan pihak
keluarga, korban sakit ingatan.
Tags:
Warta Kajen