Dalam sambutan pemberangkatannya, Bupati
Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. Msi mengatakan bahwa momentum
Hari Keluarga dan Anak Nasional ini diperingati agar dapat menciptakan keluarga
yang sakinah, mawaddah dan warahmah sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membina kerukunan dan membina
soliditas khusunya untuk pemerintah dan
warga masyarakat dengan tujuan utamanya adalah untuk menyehatkan jiwa dan raga
kita melalui kegiatan jalan sehat pagi ini,” ungkap Asip.
Selanjutnya dilakukan
pengibasan bendera start sebagai tanda dimulainya jalan sehat dengan rute dari
Jl Krakatau depan halaman BPMBPKB melewati SPBU Gejlek – Tugu Nol KM – melewati
Masjid Al-Mutarom dan kembali lagi ke start awal.
Memeriahkan kegiatan tersebut hadir pula
Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Negeri,
unsur FKPD, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Setda beserta jajarannya, dan
Muspida se Kab Pekalongan. Ketua umum panitia dalam laporan panitia
penyelenggara menyampaikan maksud dan tujuan acara tersebut yaitu untuk meningkatkan
komitmen nasional baik ditingkat kabupaten maupun provinsi, mendukung
pelaksanaan pembangunan khususnya di bidang kependidikan untuk mewujudkan
keluarga sejahtera dan berkualitas; menumbuhkan kepedulian anak kepada
keluarga, masyarakat, dan negara serta memberikan informasi yang
seluas-luasnya; serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang maha Esa,
mendorong dan menumbuhkan rasa cinta terhadap olahan makanan dan jajanan
masyarakat sebagai hasil produk lokal khas desa di Kab Pekalongan. Hari
keluarga nasional merupakan momentum upaya membangun karakter bangsa mewujudkan
Indonesia sejahtera.
Memperingati Hari Anak Nasional yang
mengangkat tema “Akhiri Kekerasan terhadap Anak”, dalam kegiatan pagi itu
dilakukan Ikrar Anak oleh Forum Anak Kab Pekalongan. Dilanjut dengan pembagian
piala dan uang pembinaan kepada para juara lomba yang telah dilakukan pada
bulan lalu.
“Pemerintah menyadari bahwa keluarga
adalah pilar utama, oleh karena itu pemerintah menetapkan berbagai kebijakan
terkait pembangunan keluarga yang antara lain kita ejawantahkan dalam bentuk
peringatan hari keluarga nasional ini. Diharapkan dengan Harganas ini, kita
mampu meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat kepada keluarga kecil yang
bahagia dan sejahtera serta lebih peduli kepada anak-anak yang merupakan
generasi penerus bangsa. Marilah kita cintai dan menjaga keluarga kita sebagai
upaya mewujudkan keluarga yang harmonis serta tempat untuk melahirkan anak-anak
yang berkualitas, sehat, cerdas, soleh solihah, serta anak-anak yang pada akhirnya
mampu mendoakan kita semua,” papar Asip.
Tidak hanya itu, Bupati juga menghimbau
kepada seluruh masyarakat untuk mendukung Bunda PAUD yang manfaat kegiatannya
dapat dirasakan dalam konteks pemberdayaan anak-anak usia dini. “Bangsa ini
memerlukan generasi unggul, untuk itu perlu dipersipakan anak lebih awal dalam
rangka menciptkan generasi yang lebih baik,” tukasnya.
Terkait Festival Jajanan Rakyat, kegiatan
ini merupakan suatu kegiatan dalam rangka mengenalkan keanekaragaman jajanan
tradisional yang pada saat ini mulai terpinggirkan oleh jajanan-jajanan modern,
instan serta diproduk secara massal. Oleh karena itu, jika jajanan ini dapat
mewarnai kehidupan kita tentu akan menumbuhkan ekonomi disektor jajan pasar
tradisional. Asip berharap festival ini mampu mengenalkan ke masyarakat tentang
jajanan dan makanan tradisional daerahnya; menerbitkan rasa bangga, cinta
masyarakat terhadap jajanan tradisional yang juga merupakan salah satu warisan
budaya dari nenek moyang.
Jajanan tradisional merupakan penyangga
atau pilar terhadap wisata yang akan dikembangkan, untuk itu Asip mengharapkan
ketika akan menciptakan jajanan tradisonal supaya sibuat narasi atau cerita
tentang jajanan itu dari awal membuatnya.
“Kemudian mengenai hari kemerdekaan RI
yang mengangkat tema “kerja nyata”, ini mengisyaratkan kepada kita untuk meningkatkan
kinerja nyatanya, dan kerjaan kita dedikasikan untuk kepentingan masyarakat,”
Asip memaparkan.
Tags:
Warta Kajen