KAJEN – Puncak acara Legenonan di Desa Karangsari, Kecamatan
Karanganyar, Kabupaten Pekalongan dimeriahkan pagelaran wayang kulit semalam
suntuk dengan dalang Kukuh Bayu Aji dan putranya, Bimo Setiaji. Puncak Legenonan
diselenggarakan di halaman Balai Desa, Senin (22/8) malam. Pagelaran wayang
menampilkan lakon Babad Molo Marto dan menyedot ratusan penonton yang sebagian
besar warga sekitar balai desa.
Acara dihadiri
Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH, M.Si, sejumlah anggota DPRD Kabupaten
Pekalongan, Muspika Karanganyar, BPJS, unsur lembaga desa, perwakilan sekolah
di wilayah Kecamatan Karanganyar, PKK Karangsari, dan tamu undangan lainnya.
Bupati Pekalongan
dalam sambutannya berpesan agar warga tetap kompak, bersatu untuk membangun
desa agar lebih baik dan lebih maju. Selain itu, dalam acara Legononan yang
diselenggarakan dalam rangka sedekah bumi itu, Bupati juga berpesan agar
masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian bumi. “Dengan sedekah bumi ini,
mudah-mudahan panen di desa Karangsari dan wilayah Kabupaten Pekalongan secara
keseluruhan, bagus,” tutur Asip.
Dalam kesempatan
tersebut, bupati juga menyosialisasikan Kartu Kajen Sehat serta pembebasan
pajak bumi dan bangunan (PBB) kurang dari Rp. 20 ribu atau setara NJOP anah Rp
20 juta bagi warga miskin.
Yang juga cukup
menghibur warga, Bupati sempat menggelar kuis dan meminta lima orang warga
untuk naik ke panggung dan menjawab sejumlah pertanyaan seputar Wawasan
Kebangsaan. Di akhir kuis, Bupati memberikan hadiah hiburan sebesar Rp. 100
ribu kepada masing-masing warga yang mengikuti kuis tersebut.
Terkait program
Kartu Kajen Sehat dan Pembebasan PBB bagi warga miskin, Kades Karangsari,
Achmad Irfandi, menyatakan sangat mendukung program tersebut. “Keduanya
merupakan program yang pro rakyat, sehingga kami sangat mendukung,” ujar
Irfandi. Pihaknya akan segera mendata warga miskin yang belum tercover Kartu
Indonesia Sehat (KIS) maupun BPJS agar bisa difasilitasi Kartu Kajen Sehat.
Terkait pembebasan PBB bagi warga miskin, pihaknya juga akan segera
melaksanakan setelah peraturan ditetapkan oleh Pemkab Pekalongan. “Pembebasan
PBB bagi warga miskin rencananya akan dimulai pada tahun 2017,” imbuh Irfandi.
Acara sedekah
bumi di Desa Karangsari diselenggarakan setiap bulan jawa Legeno, yang pada
tahun ini bersamaan dengan bulan Agustus, sehingga acara makin meriah, karena
sekaligus memperingati HUT RI. Dengan sedekah bumi, Kades Karangsari juga
berharap warganya diberi keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan dari panen
yang melimpah.
“Kegiatan sebagai upaya nguri-uri budaya, dan karena bersamaan
dengan peringatan HUT RI, sehingga alhamdulillah, sekali mendayung, dua tiga pulau
terlampaui,” ungkap Irfandi.
Tags:
Warta Kajen
