Puluhan Anak Yatim Desa Gembong Dan Klesem Disantuni Bupati

KAJEN - Puluhan anak yatim desa Gembong dan desa Klesem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan mendapat santunan. Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi secara pribadi bersama masyarakat serta pejabat SKPD bergiliran menyerahan santunannya. 
 
Sekretaris Desa Gembong Kecamatan Kandangserang H. Untung menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim ini sudah rutin dilakukan sejak tahun 2013 atau sudah 13 tahun lalu. Anak yatim dikumpulkan di Balai desa untuk kemudian diberikan santunan oleh warga dengan cara berputar mengelus kepala mereka satu persatu. Kegiatan ini dilakukan setiap tanggal 10 pada bulan Muharram. 
 
“ Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat pada anak yatim. Dan untuk  membantu memberikan kontribusi dalam biaya hidup dan sekolah dengan harapan, mereka menjadi lebih baik dan lebih semangat belajar untuk meraih prestasi,”tandasnya.
 
Bupati Pekalongan dalam sambutannya pada acara tersebut mengatakan bahwa santunan ini diberikan sebagai wujud perhatian Pemkab. Pekalongan terhadap anak-anak yatim sebagai tugas Pemerintah dalam hal menjaga agama.
 
Lebih lanjut Bupati menyampaikan keinginannya agar Madrasah Diniyah, TPQ-TPQ, Pengajian-pengajian dapat berjalan beriringan dengan Sekolah Negeri, SMP Negeri dan juga SMA Negeri. 
 
Dijelaskannya, anak-anak kita harus kita didik baik ilmu agamanya maupun ilmu umumnya demi keselamatan hidup di dunia dan di akherat.
 
“Kita jangan hanya memikirkan duniawi saja, karena kelak kita akan mati. Namun demikian juga sebaliknya, jangan hanya memikirkan akherat terus, karena kita masih menginginkan kenikmatan hidup di dunia. Dua-duanya harus berjalan seimbang. Inilah yang disebut tugas Pemerintah sebagai penjaga agama,” jelasnya. 
 
Ditambahkannya, bahwa agama adalah wahyu dari Allah. Dan menurut Rosulullah saw, pemerintah adalah malik yang bertugas menjaganya.  Menjaga agama adalah menjaga anak-anak dan seluruh warga masyarakat yang beragama untuk senantiasa meningkatkan pengamalan agamanya.
 
“Yang beragama Islam ya dengan Islam, yang diluar agama Islam silahkan sesuai dengan keyakinan masing-masing karena itu dijamin oleh Undang-undang,” ujarnya. 
 
Selanjutnya terkait dengan acara santunan pada anak yatim ini, Bupati ikut titip pada seluruh warganya terutama pada para pengasuh anak yatim untuk menjaga anak-anak ini dengan baik dengan penuh kasih sayang dan tidak menganiaya mereka. Hal ini sesuai dengan ajaran Rosulullah.
 
“Hak anak yatim tidak boleh sedikitpun kita kurangi. Kalau anak-anak yatim ini mendapat bingkisan dari mana saja, ibu-ibu tidak boleh mengambil secuilpun. Ini hal yang sepele, tapi kadang kita lupa. Tolong ingat betul hal ini, karena ini ajaran agama kita,” pesannya.
Lebih baru Lebih lama