KAJEN – Nasionalisme sebagai perwujudan rasa cinta bangsa
Indonesia terhadap Negara dan Tanah Air berdasarkan Pancasila kini berada dalam
pusaran peradaban baru bernama globalisasi dan kian mendapat tantangan yang
begitu besar. Rrasa nasionalisme yang mulai terkikis, luntur perlahan dan
digantikan faham baru seiring dengan perkembangan jaman ini menjadikan Pemkab.
Pekalongan Kamis pagi tadi (24/11) menggelar satu kegiatan Derap Merah Putih
Siswa SMP, SMA/SMK Tahun 2016 di Lapangan Gemex Kedungwuni Pekalongan.
Kegiatan
Pembinaan dan Pengembangan Nilai-Nilai Nasionalisme bagi Siswa SMP, SMA/SMK
Tingkat Kabupaten Pekalongan tersebut bertujuan untuk memberikan kegiatan bagi
siswa di alam terbuka yang menyenangkan dengan mengandung unsur olahraga dan
pendidikan. Disamping itu juga untuk mendorong inisiatif guru, dalam
mengimplementasikan pendidikan dan penanaman nilai-nilai nasionalisme bagi
peserta didik.
Bupati
Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si saat memberikan sambutannya dalam acara
tersebut menyampaikan bahwa hari ini nasionalisme harus direfresh kembali
dengan cara antara lain menghormati lambang–lambang negara yang harus pula
dimaknai secara nyata mengingat saat ini banyak yang ingin mengganti bendera
kita Merah Putih.
“Hari ini ada pula yang ingin merubah NKRI dengan negara yang
sesuai dengan seleranya sendiri. Dan hari ini muncul pula kelompok yang tidak
bertanggungjawab yang ingin agar kebhinnekaan kita dihilangkan,” ujar Asip.
Lebih
lanjut Asip menyampaikan, sejatinya nasionalisme sekarang ini bisa diwujudkan
dalam berbagai bentuk, aksi atau kegiatan sesuai dengan kepribadian dan
karakter masing-masing pribadi.
“Anak-anakku bisa berperang melawan pihak pihak
yang ingin mengganti Pancasila melalui media sosial seperti facebook, twitter,
dan lain sebagainya. Kita akan mengcounter itu,” tegas Asip.
Selanjutnya
Asip menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten
Pekalongan atas penyelenggaraan acara yang sangat positif untuk menyegarkan kembali semangat kita dan
para Generasi Muda dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dengan
menghargai perbedaan ini.
“Ini adalah ketentuan sang pencipta yang harus
diterima. Dan Indonesia adalah rumah besar perbedaan itu. Ayo kita lawan mereka
yang ingin mengganti Pancasila secara baik dengan tetap menjunjung nilai-nilai
kebangsaan,” pesan Asip.
Sementara
itu Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan Letkol Riza Anom Putranto, SIP
menyampaikan, kekuatan pokok untuk melawan mereka yang ingin menghancurkan
bangsa ini ada di TNI/Polri, dan kekuatan pendukung ada di semua lapisan
masyarakat.
“Saya harap kegiatan ini dilaksanakan dengan baik, dan selesainya
dapat dipraktekkan dalam sekolah dan dalam lingkungan masyarakat sehingga NKRI
tetap ada hingga akhir hayat. Ini ttugas generasi muda sebagai penerus dan
perekat persatuan bangsa untuk melaksanakan nasionalisme dengan baik,” harap
Dandim.
Dibagian
lain Kapolres Pekalongan AKBP Roy Ardhya Chandra, S.IK memberikan pembinaan
tentang Narkoba dan Penyalahgunaan Obat-obatan Terlarang. Kapolres menegaskan
agar Generasi Muda menjauhi Narkoba dan jangan coba-coba menyentuhnya karena
ini sangat berbahaya dan bila sudah terlibat, maka Polres akan menindaklanjuti
dengan tegas.
“Jangan sekali–kali mengenal atau mendekati Narkoba,
karena sekali kalian mengenal Narkoba maka akan sangat sulit bagi kalian untuk
lepas dari jerat Narkoba yang dapat saya pastikan akan membawa dampak buruk
pada masa depan kalian!,” tegas Kapolres.
Dalam
kesempatan tersebut, dalam sesi pembinaan karakter, Arif Suharsoyo dari Dindik
Provinsi Jawa Tengah memberikan wawasan kebangsaan mellalui seni wayang kulit
dengan mengajak dialog peserta bagaimana persatuan dan kesatuan itu.
Tags:
Warta Kajen
