KAJEN - Akibat kondisi jalan yang rusak parah dan tidak kunjung diperbaiki,Puluhan warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, kemarin (15/1), menanam pohon pisang di Jalan Raya Sragi-Kesesi yang rusak parah akibat dilalui kendaraan berat proyek tol Trans Jawa Ruas Pemalang-Batang.
Kerusakan di jalan utama Sragi-Kesesi ini mencapai 1 kilometer dengan dipenuhi lubang-lubang besar dan dalam.Kedalaman lubang jalan itu mencapai 15 hingga 20 centimeter. Hal ini makin parah lantaran tertutup genangan air hujan.
Penanaman pohon pisang sendiri dilakukan warga pada pukul 10.00 WIB,dimana kondisi lalu lintas di sekitar jalan cukup padat. Namun,hal tersebut justru mendapat respon positif dari pengguna jalan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Kundarto dari Fraksi PDI-P ini yang saat itu berada dilokasi menyatakan sangat menyayangkan sikap rekanan pelaksana proyek, baik dari SMJ maupun Waskita yang terkesan tidak peduli dengan dampak jalan dan lingkungan di sekitar proyek.
"Ini masyarakat sudah pada titik jenuh, kami khawatir demo. Mereka resah dengan kondisi jalan yang semula baik, kini rusak parah. Bagaimana tidak rusak, wong setiap hari dilalui truk-truk dengan bobot
30 ton lebih. Tapi pihak PT terkesan tidak peduli. Beberapa kali saya komplain, tapi tidak digubris," ujar Kundarto.
Ia menuturkan, pihaknya tetap mendukung pekerjaan tol yang merupakan proyek nasional. Namun, juga harus memperhatikan dampak lingkungan.
Sementara, Bambang (57), salah seorang warga, mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Ia berharap, jalan yang rusak parah itu segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban jiwa.
"Kemarin ada yang meninggal akibat terjatuh, karena terpaksa lewat jalan alternatif yang
juga kondisinya rusak," kata Bambang.
Kerusakan di jalan utama Sragi-Kesesi ini mencapai 1 kilometer dengan dipenuhi lubang-lubang besar dan dalam.Kedalaman lubang jalan itu mencapai 15 hingga 20 centimeter. Hal ini makin parah lantaran tertutup genangan air hujan.
Penanaman pohon pisang sendiri dilakukan warga pada pukul 10.00 WIB,dimana kondisi lalu lintas di sekitar jalan cukup padat. Namun,hal tersebut justru mendapat respon positif dari pengguna jalan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Kundarto dari Fraksi PDI-P ini yang saat itu berada dilokasi menyatakan sangat menyayangkan sikap rekanan pelaksana proyek, baik dari SMJ maupun Waskita yang terkesan tidak peduli dengan dampak jalan dan lingkungan di sekitar proyek.
"Ini masyarakat sudah pada titik jenuh, kami khawatir demo. Mereka resah dengan kondisi jalan yang semula baik, kini rusak parah. Bagaimana tidak rusak, wong setiap hari dilalui truk-truk dengan bobot
30 ton lebih. Tapi pihak PT terkesan tidak peduli. Beberapa kali saya komplain, tapi tidak digubris," ujar Kundarto.
Ia menuturkan, pihaknya tetap mendukung pekerjaan tol yang merupakan proyek nasional. Namun, juga harus memperhatikan dampak lingkungan.
Sementara, Bambang (57), salah seorang warga, mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Ia berharap, jalan yang rusak parah itu segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban jiwa.
"Kemarin ada yang meninggal akibat terjatuh, karena terpaksa lewat jalan alternatif yang
juga kondisinya rusak," kata Bambang.
Tags:
Warta Kajen