KAJEN - Sanitasi komunal sangat penting dalam rangka mewujudkan lingkungan masyarakat yang bersih. Budaya masyarakat yang dulu
membuang air di sungai mestinya sekarang pindah di rumah.
” Dengan mewujudkan pengolahan
limbah komunal, diharapkan bisa menjadi contoh baik,terutama untuk pemukiman padat
penduduk , pemukiman perkotaan dan daerah yang dimana masyarakatnya masih senang
membuang limbah kotoran di sungai,” ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat acara
serah terima dan peresmian Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyrakat ( SLBM) di Desa
Kalijambe Kecamatan Sragi ,Jum'at (13/01).
Di Desa Kalijambe tersebut nantinya akan
dijadikan proyek percontohan karena semua masyarakat yang mempunyai jamban
pribadi dan limbah dari Rumah Tangga, untuk disalurkan pada unit pengolahan limbah
pipa Komunal.
Dan Jika semua wilayah Kabupaten melakukan kegiatan yang sama baik dengan dana
stimulus DAK atau Swadaya masyarakat akan merubah Kabupaten Pekalongan untuk keluar
dari termasuk daerah terkumuh di Jawa Tengah.
“
Tahun 2017 juga akan mulai dilaksanakan program bersih bersih Program KOTAKU
TANPA KUMUH yang telah dicanangkan
sehingga budaya bersih akan bisa kita wujudkan,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas
PERKIM dan LH Ir. Trinanto AM, MSi menyampaikan bahwa Program Sanitasi
Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) sebagai upaya untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.
Dengan dibangunnya IPAL
Komunal Perpipaan tersebut diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang buang air
besar sembarangan dan limbah rumah tangga tersalurkan ke dalam jaringan
perpipaan yang terbangun, sehingga diharapkan tidak ada lagi genangan –
genangan limbah rumah tangga di sekitar rumah ( di lingkungan).
Kegiatan pembangunan
SLBM bersifat Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan pelaksana adalah Kelompok
Swadaya Masyarakat (KSM) yang dibentuk berdasarkan rembug warga.
”Anggaran
pembangunan di desa Kalijambe sebesar Rp. 490.000.000. dengan bentuk kegiatan berupa
pembangunan IPAL Komunal (Septitank Komunal) dan jaringan perpipaan limbah
domestic (asah –asah, cuci dari kamar mandi dan wc),” terangnya.
Proses pembangunan
sudah dimulai sejak bulan agustus dan selesai tanggal 20 Desember 2016. Pembangunan
IPAL Komunal desa Kalijambe melayani 84 SR (Sambungan Rumah).
Ia menambahkan bahwa di
Kabupaten Pekalongan Alokasi dana tahun 2016 DAK Sanitasi sebesar Rp.
2.715.500.000,-. Anggaran tersebut dialokasikan untuk 6 Desa, yaitu Desa
Notogiwang 436.250.000, Desa Paninggaran 436.250.000,-, Desa Pedawang 436.250.000,-,
Desa Kalimojosari 436.250.000,-, Desa Gembong 480.000.000,-, Desa Kalijambe
490.000.000.
Tags:
Warta Kajen
