KAJEN
- Terkait banjir yang meluas di beberapa kecamatan di Kabupaten
Pekalongan,pada Kamis kemarin (1/1),BPBD Kabupaten Pekalongan,Bambang Sujatmiko mengatakan bahwa Banjir Paling Parah Terjadi di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni.
Adapun banjir terjadi lantaran hujan lebat yang disertai angin kencang sehingga membuat sungai tidak mampu menampung debit
air.
"Dari
semuanya, sebanyak 300 KK terendam, paling parah di Desa Tangkil Kulon
Kedungwuni, dan sejak Rabu malam sudah diinstruksikan untuk mengungsi di
tempat aman, ada sebanyak 25 KK mengungsi. Tapi sekarang kondisi sudah
kembali normal," ungkap Bambang.
"Juga diakibatkan karena drainase tidak bagus atau
rusak, sehingga menggenangi permukiman warga hingga mencapai 50 cm.Banjir paling parah terjadi di Desa tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni."
Adapun berdasarkan Data, secara keseluruhan banjir menggenangi beberapa kecamatan seperti Kecamatan Wiradesa di Desa
Petukangan, Bojong (Desa Karangsari dan Bojong Minggir), Sragi (Desa
Kebangkerep, Purwodadi, Bulak Pelem, dan Klunjukan), Kajen (Kebon
Agung), dan Kedungwuni (Tangkil Kulon).
Sementara itu adanya fenomena alam Super Blue Blood Moon atau gerhana bulan total pada Rabu (31/1) membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan
melakukan siaga 24 jam bersama TNI, Polri, dan seluruh relawan, di kawasan pesisir pantai setempat.
Karena diprediksi oleh BMKG ,munculnya gerhana
bulan total, mengakibatkan gelombang pasang air
laut tinggi, dan angin kencang.
Kepala BPBD Bambang Sujatmiko,mengatakan bahwa siaga
tersebut dilakukan dengan membuat posko di Desa Jeruksari, Kecamatan
Tirto, dan Kecamatan Wonokerto, sejak Rabu (31/1) hingga Jumat ini
(2/2), melalui sistem piket untuk memantau kondisi gelombang pasang air
laut dan memantau permukiman warga.
"Karena dengan ancaman
gelombang tinggi, maka diantisipasi terhadap kejadian rob. Sehingga
petugas dapat melakukan langkah dengan cepat apabila terjadi kondisi
seperti harus evakuasi warga dan sebagainya."
Pihaknya,sebelumnya juga sudah memberikan peringatan
kepada warga agar dapat segera mengamankan diri apabila terjadi gelombang tinggi yang berbahaya.
Tags:
Warta Kajen
